Life is a matter of choice
Kata” itu kerap saya ucapkan dalam hal apapun dan untuk siapapun…
Dulu, saya sering mempertanyakan kata” itu…
Selalu menganggap tidak adil untuk saya.. Hidup ini selalu ada pilihan.. tapi terkadang pilihan itu tidak ada dan saya terpaksa menjalankan sesuatu yang tidak saya suka…
yes, itu hanya sebuah pemikiran yang sempit… sesempit pikiran saya dimasa itu…
Hidup ini selalu ada pilihan…
Selalu ada kesempatan untuk memilih dan menjalankan konsekuensi dari apa yang telah kita pilih..
tapi terkadang manusia luput dan menyangkal hal itu… dan mengganggap tidak ada pilihan sampai akhirnya terpaksa menjalani yang ada… seperti yang saya alami dan rasakan beberapa tahun silam…
dengan selalu beranggapan tidak ada pilihan lain dan terpaksa menjalankan apa yang ada, itu lah sebenarnya pilihan…….
saya memilih untuk menjalankan apa yang ada dengan sangat terpaksa dan mengganggap tidak ada pilihan lain sampai akhirnya saya menyesal dan mengganggap semuanya begitu tidak adil untuk saya…
disaat yang sama sebelum memutuskan pilihan untuk menjalankan, seharusnya saya juga bisa memilih untuk tidak menjalankannya… tapi itu tidak saya lakukan… jauh dari lubuk hati yang paling dalam, sadar ataupun tidak, suka tidak suka, hati kecil ini tentu tau konsekuensinya jika saya memilih untuk tidak menjalankannya… untuk itu saya akhirnya memilih untuk menjalankannya dan lagi-lagi dengan sangat terpaksa sampai akhirnya lagi-lagi menyesal dan menganggap -lagi-lagi tidak ada pilihan lain… ya! siklus seperti itu akan terus berulang tak ada habisnya ketika rasa ikhlas tidak lagi ada…
Ilmu ikhlas memang sangat sulit diterapkan,…. pilihan yang kita ambil tentunya akan lebih kita syukuri ketika kita mengikhlaskan semua yang terjadi baik dalam kondisi yang menguntungkan maupun tidak..
saya selalu berusaha menerapkan ilmu ini sejak 6 tahun lalu, tapi sampai saat ini saya gagal melakukannya untuk satu hal…
Saya memilih untuk melupakan, namun saya belum bisa mengikhlaskan… rasa syukur pun tak lagi muncul ketika pilihan itu kembali terusik… yang ada hanya penolakan, penyangkalan dan berandai-andai seandainya ada pilihan lain…
bukan kah hidup ini hanya ada dua pilihan? menjadi bahagia atau tidak….
saya termasuk orang yang merugi karena memilih untuk tidak bahagia untuk hal yang satu itu selama beberapa tahun ini…
dan sekarang,
saya memilih untuk bahagia…
I’ll start today to make a new ending
With Luv,
Novi






Trackbacks